Guru Prasekolah Terjerat Pinjaman Online

Simplenoize.com Hai sahabat media, kembali lagi bersama mimin yang selalu memberikan informasi terbaru dan menarik untuk kalian. Kali ini akan membahas tentang kasus Guru Prasekolah Terjerat Pinjaman online.

Inilah Melati berusia 40 tahun ibu satu anak yang terpaksa berhenti mengajar di sebuah TK (Taman Kanak-kanak) di Kota Malang setelah setelah 13 tahun mengabdi.

Diketahui di rumahnya di kawasan Sukun kota Malang Melati di berhentikan justru setelah mengaku kepada pihak sekolah jika dirinya terlilit hutang, kemungkinan seluruh kontak di hanphonenya bisa mendapat teror penagihan.

Awalnya ia meminjam Rp 2,5 juta untuk biaya kuliah S1 ketika yayasan tempatnya mengajar meminta syarat ijazah S1 agar tetap bisa mengajar.

Berharap dukungan dari tim pengajar justru di sodori surat pengunduran diri dan diberhentikan sebagai Guru sejak 5 november 2020. Ironisnya, Melati terlilit pinjaman online karna diminta untuk melanjutkan kuliah oleh pihak Sekolah tempat ia mengajar.

Baca Juga:  Beberapa Fakta Jenazah Tertukar Di Batam

Siapa sosok melati ini?

Dikutip dari surya.co.id melati adalah warga kecamatan Sukun, kota Malang, Jawa Timur. Dia sudah mengajar di sebuah lembaga sebagai guru TK selama 13 tahun.

Pada tahun 2020, sekolah meminta syarat ijazah S1 agar melati tetap bisa mengajar di sekolah tersebut. Sementara Melati adalah lulusan D2.

Ia mengaku kesulitan untuk memenuhi syarat S1 karena gaji yang diterimanya hanya sebesar Rp 400.000 per bulan.

Sementara biaya kuliah S1 per semester mencapai Rp 2,5 juta. Melati pun dikenalkan temannya dengan aplikasi pinjaman online.

Ibu satu anak itu pun tergiur karena syaratnya cukup mudah yakni foto KTP dan informasi identitas diri.

Pinjaman Awal, Melati langsung meminjam uang ke lima aplikasi karena besar uang yang dipinjamkan satu perusahaan di batasi antara Rp 500.000 hingga Rp 600.000.

“Saya pinjam online itu hingga ke 5 aplikasi pinjaman online. Karena limitnya kan gak banyak kalau awal, jadi pinjam ke 5 pin jaman online langsung.” ungkap Melati

Baca Juga:  Cerita Sexxxxyyyy Video Bokeh Full 2020 China 4000 Youtube Videomax Asli

Nahasnya, bunga pinjaman online itu cukup besar. satu pinjaman online itu mematok bunga pinjaman sebesar 100 pesen dari pinjaman awal.

“Jadi saya itu pinjam Rp 600.000 tapi saya suruh bayar Rp 1,2 juta. 100 persen bunganya, tapi karena saya kepepet saya iya saja,”jelasnya

Dirinya semakin resah karena jangka waktu membayar hutang sangat pendek. Saat itu perusahaan pinjaman online mematok 5 hari untuk tempo waktu pembayaran.

Melalui handphone, debt collektor pinjaman online itu mengancam akan membunuh dan menggorok lehernya. Untuk menghentikan teror dari debt collector itu, Melati pun meminjam uang ke perusahaan pinjaman online lainnya untuk menutupi utang.

“Hingga saya pinjam sampai 24 pinjaman online itu, dan utangnya sampai Rp 40 juta lebih. Jadi saya bayar utang dengan utang, sampai tergulung utang sendiri.” tambahnya.

Singkat kata Melati di kenalkan kepada pengacara yang bernama Slamet Yuono yakni wali muridnya saat masih mengajar di TK.

Baca Juga:  Vivo Y30i Harga Dan Spesifikasi

Oleh Slamet, Melati di saran kan untuk membayar utang ke 5 pijolyang legal. Ia pun mengaku baru membayar utang pokok di satu aplikasi. Sedangkan empat aplikasi masih tahap negosiasi..

Selain berusaha membayar utangnya, kini Melati pun berusaha mendapatkan pekerjaan karena di pecat pihak sekolah karena mengetahui Melati memiliki hutang di pijol.

Sementara itu kuasa hukum Melati, Slamet Yuono mengaku menangani kasus ini secara pro bono, atau secara cuma-cuma sebagai pembelajaran bagi penyedia aplikasi pinjaman online yang ilegal.

Berikut video nasib guru TK setelah terjerat pinjaman online

Video ini diambil akun Youtube Intan sepuluh

Penutup

Demikian informasi dari kami semoga bermanfaat dan kita dapat memetik pelajaran dari kasus tersebut, agar berhati-hati kepada pinjaman online. Jangan lupa terus kunjungi website kami Simplenoize.com agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *